Design Knowledge

5 gaya desain interior

2020-09-28 14:07:19

Pilihan gaya interior rumah secara tidak langsung mampu memberikan gambaran kepribadian seperti apa yang dipunyai pemiliknya. Pancaran kepribadian seseorang dapat benar-benar terlihat dan tampak dari pilihan konsep interior yang digunakannya.

 

Tidak hanya itu, efek dari rancangan interior juga bisa memberikan dampak psikologis yang kuat terhadap penghuninya. Hal ini dikenal sebagai efek psikologi ruang dalam studi desain interior.

 

Dan kenapa ini bisa terjadi, adalah karena pilihan gaya desain sangat dipengaruhi oleh selera atau preferensi pribadi pemiliknya. Sehingga saat memutuskan pilihan-pilihan, faktor subjektif adalah yang paling menentukan.

 

Berikut adalah 5 gaya desain interior yang mencerminkan karakter dan kepribadian penggunanya:

 

Gaya Desain Interior Minimalis

 

Ciri desain interior minimalis adalah tampilannya yang simpel dengan garis-garis yang tegas. Model furniturnya juga cenderung berbentuk kotak dengan konstruksi ruang yang nyaris serupa.

 

Desain minimalis sangat cocok mewakili gaya hidup modern masa kini yang serba cepat dan efisien. Minimnya elemen dekoratif yang digunakan dalam gaya interior ini juga memungkinkan alokasi waktu yang minimal dalam penataan.

Seperti sama-sam kita ketahui, kondisi rumah atau ruangan yang berantakan, bisa melahirkan efek buruk dan negatif kepada siapapun penghuninya. Dengan gagasan minimalis, salah satu kesulitan tersebut dapat teratasi dengan mudah. Dan dengan demikian, gaya ini bisa jadi merupakan cerminan dari gaya hidup masa kini yang cenderung cuek dan skeptis.

 

Gaya Desain Interior Skandinavia

Desain interior skandinavia yang hangat dan nyaman dengan kecenderungan penggunaan warna putih yang dominan, mencerminkan kesederhanaan dan fleksibilitas setiap ruang. Interior skandinavia sengaja dirancang untuk mengedepankan fungsi dengan balutan estetika yang khas. Elemen dekoratif yang digunakan pun cenderung mengikuti bentuk minimalis, tidak terkecuali model furnitur.

Skandinavia lahir dan besar serta menjadi salah satu gaya yang khas serta ikonik. Gagasan interior ini sangat populer dan menjadi salah satu gaya paling diminati serta diperhitungkan.

Fleksibiltas dan fungsionalitas ruangan tanpa mereduksi estetika adalah kelebihan gaya interior khas Negeri Nordik ini. Ia mencerminkan kesederhanaan dengan visualisasi yang tajam dan tegas terutama menyangkut soal fungsi.

 

Skandinavia bisa mewakili gaya hidup serba cepat dan sedikit “country sense” yang sangat cocok untuk suasana kekeluargaan yang jadi nilai dalam masyarakat Indonesia. Gagasan desain ini menampilkan keramahan, mengedepankan tradisi dan budaya terbuka. Mewakili gaya hidup mereka dengan kepribadian yang hangat dan juga bersahabat.

 

Gaya Desain Interior Pop Art

Interior pop art identik dengan penggunaan warna-warna terang dan berani. Mewakili gaya hidup yang dinamis, open minded, serta ceria.

Gaya interior ini biasanya disukai oleh mereka-mereka yang mengaku seniman, pecinta seni atau semacamnya. Keunikan dalam kepribadiannya ditunjukan dalam pilihan elemen dekoratif yang penuh warna. Pilihan gaya interior bagi mereka-mereka yang eksentrik dan nyeni.

 

Gaya Desain Interior Klasik

Desain klasik adalah soal kemewahan dan keindahan. Tampilan dengan ornamen dan fitur yang kadang terlihat sangat rumit tetapi mengandung unsur seni dan nilai artistik yang sangat tinggi.

Elegan dan mewah adalah ciri khas gaya interior ini. Kualitas selalu menjadi pertimbangan yang paling utama. Mewakili gaya hidup royal dan glamor dengan mengedepankan penampilan dan kualitas seni bernilai tinggi. Konsep interior klasik mewakili gaya hidup mewah kaum bangsawan.

 

Gaya Desain Interior Kontemporer

Banyak yang sulit membedakan antara gaya interior kontemporer dengan gaya modern. Padahal keduanya adalah konsep interior yang memiliki perbedaan cukup signifikan.

Selain diklaim sebagai refleksi dari gaya hidup masyarakat perkotaan, interior kontemporer juga menonjolkan sisi lain dari gaya minimalis. Ia turut pula memvisualisasikan keterbukaan seperti pada gaya skandinavia, di mana tampilan minimalis yang minim dekorasi, penggunaan skema-skema warna komplementer dan elemen-elemen kekinian. Kontemporer mewakili mereka-mereka dengan kepribadian terbuka dan gaya hidup yang luwes serta fleksibel.